Selasa, 02 Juni 2020

pendidikan menyongsong dunia baru


              

                         Masa Depan Pendidikan Menyongsong Dunia Baru
                                            Oleh : Fahri Ihsan Fadila
                                             
Pendidikan sangat penting dalam menjalankan hidup untuk menuju keberhasilan di masa depan, pendidikan juga dapat  membuat perubahan suatu Negara menjadi lebih baik tetapi untuk memperoleh pendidikan yang baik dalam suatu Negara bukanlah hal yang mudah, harus banyak persiapan, baik dari moril dan materil. Sayangnya dilihat dari pendidikan di Indonesia sendiri saja,  kata-kata pendidikan menyongsong dunia baru itu memiliki peluang yg sangat kecil terjadi, negara ini bisa saja memiliki peluang besar untuk mencapai itu tetapi masih harus melalui proses yang sangat panjang karena masih banyak yang harus di benahi di Negara kita ini terutama di pendidikannya.  Bisa kita lihat dari  sistem pendidikan di Indonesia yang masih jauh dari kata layak. Karena sistem di Indonesia lebih mengutamakan nilai daripada nalar imajinasi siswa untuk berfikir kritis. Hal ini menyebabkan kurang berkembangnya cara berfikir siswa dalam hal menemukan ide-ide atau gagasan baru. Dan apabila lebih mengutamakan nilai, murid-murid itu akan lebih banyak mengejar nilai yang tinggi, bahkan sampai menghalalkan segala cara agar mendapatkan nilai yang tinggi secara instant. Dan mereka juga akan melupakan bagaimana cara berinovasi di masa sekolahnya bahkan kadang mereka mengabaikan semua itu demi nilai itu tadi.
Tidak hanya sistem nya saja tetapi sebagian besar  anak didik di Indonesia memiliki karakter yang kurang bermoral di karena kan kecanggihan alat-alat tekhnologi yang mereka gunakan tanpa pengawasan dari orang tua, itu dapat merusak moral dan akhlak pada anak itu mulai dari  sopan santunnya dan sifat-sifat yang tidak baik lainnya. Dan masih rendahnya minat belajar pada anak tersebut. Kurang nya moral dan akhlak menyebabkan  Banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran yang dibuat oleh anak didik terhadap guru dan temen sekolahnya, seperti bullying,pelecehan dll.
Tidak  hanya  dari segi karakter pada anak didik itu saja, tetapi pendidikan di Indonesia ini belum bisa mencakup keseluruhan wilayah di pelosok Indonesia sehingga masih banyak anak di Indonesia yang belum dapat merasakan pendidikan yang layak. Ini dikarenakan kurang perhatiannya pemerintah terhadap tenaga pengajar terutama terhadap pengajar yang masih menyandang gelar honorer. Jadi karena masalah itu banyak guru yang masih enggan menyalurkan pendidikan di daerah terpencil maka terjadilah kekurangannya  tenaga pengajar di plosok-plosok negeri. Sehingga anak-anak di daerah-daerah pelosok tidak dapat merasakan pendidikan yang layak dan tidak sedikit pula dari mereka yang mengalami buta huruf.
 Begitu juga tekhnologi di Indonesia masih tertinggal jauh oleh Negara berkembang lainnya termasuk dalam bidang pendidikan, dan ini adalah salah satu faktor yang menghambat perkembangan pendidikan di Indonesia itu sendiri. Karna pada era milenial seperti saat ini internet sangat di butuhkan agar mempermudah akses pendidikan untuk masuk ke pelosok daerah yang ada di Indonesia, tetapi disayangkan sekali fasilitas belajar yang modern masih minim di dapatkan oleh anak didik di karenakan Negara tidak memfasilitasi itu semua  secara merata hanya anak tertentu saja yang dapat memilikinya karena mereka membelinya secara pribadi, sedangkan anak yang berada di daerah terpencil, yang mana faktor dari perekonomiannya masih banyak yang menengah kebawah, jadi orang tua dari anak itu tidak bisa membelikan fasilitas yang layak dan modern tersebut.
Dan yang lebih disayangkan lagi, sebagian besar dari pemikiran orang tuanya masih beranggapan bahwa pendidikan itu tidak bisa menjamin kebahagiaan di masa yang akan datang, padahal pendidikan itu sangat lah penting untuk merubah pola fikir seseorang agar bisa merubah nasibnya dimasa yang akan datang. Jadi apa bila Indonesia menginginkan pendidikan yang dapat menyongsong dunia baru, itu masih menjadi PR besar yang harus di kerjakan, dan masih jauh di angan-angan karena belum ada kesadaran dari pemerintah ingin memfasilitasi pendidikan yang layak dan modern secara menyeluruh.
Jadi apabila Negara kita menginginkan kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang, pemerintah Indonesia harus lebih peduli dan harus lebih peka lagi akan kemajuan pendidikan di Indonesia ini dengan cara tidak menganggap sepele pendidikan ini, terutama kepada  tenaga pengajarnya. Yang lebih  mirisnya lagi masih banyak tenaga pengajar yang belum mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan dari hasil ia mengajar itu.
Pemerintah Indonesia harus mengedepankan masa depan pendidikan yang ada di Indonesia agar apa yang tadi di ingin kan tercapai, bukan hanya menjadi angan-angan semata. Jadi disini pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat penting demi kemajuan pendidikan yang ada di Negara ini agar masa depan pendidikan itu dapat menyongsong dunia baru yg mana itu di ingin kan Negara ini, dan dapat mencapai dari salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang tertulis didalam  pembukaan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu (mencerdaskan kehidupan bangsa). Jadi disini pemerintah harus berperan sebagai pendukung utama masalah pendidikan ini, mereka lah yang mengatur secara keseluruhan baik dari peralatan yang dibutuhkan dan pertanggung jawaban terhadap tenaga pengajar dengan cara memberikan apa yang seharusnya ia dapatkan dari kerja dia itu sendiri sebagai pengajar, sehinggga tidak ada yang di rugikan antara kedua belah pihak. Kalau dari segi peralatan pemerintah harus memfasilitasi itu semua dan dibagikan secara merata hingga ke pelosok daerah, agar mereka yang tinggal disana juga merasakan pendidikan yang layak tersebut.
Bukan hanya pemerintah saja yang berperan dalam hal ini, tetapi rakyatnya juga harus lebih sadar dan peka akan pentingnya pendidikan demi masa depan bangsa. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi generasi bangsa selanjutnya yaitu anak-anak mereka, peran orang tua disini ialah mendidik anak nya itu agar memiliki akhlak dan moral yang baik dan akan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Orang tua juga tidak boleh lengah dalam pengawasan terhadap anak dengan cara selalu membimbing mereka dalam belajar agar mereka  tidak salah jalan dari apa yang mereka pelajari itu, dan membatasi anak itu dari pengaruh-pengaruh negative nya jaman milenial sekarang, contohnya dalam penggunaan gadget, karena sudah banyak anak yang rusak di karenakan kurang pengawasan dari orang tua dalam penggunaan gadget. Jadi jangan sampai generasi bangsa kita ini di rusak oleh kemajuan jaman lewat tekhnologi nya. Karena anak ini juga memiliki peran penting dalam kemajuan pendidikan yang ada di Negara ini, apa bila generasi bangsa nya sudah rusak, pasti pendidikannya rusak juga dan apabila keduanya rusak maka bangsanya lama kelamaan akan ikut rusak, dan apabila kerusakan ini di biarkan dalam waktu yang lama, maka kita bersiap-siap akan kehancuran Negara ini.
Karna pondasi suatu bangsa adalah pendidikan yang baik,  apabila pendidikan itu sudah membaik maka baik pula bangsa itu. Tapi itu semua tergantung pada generasi bangsanya itu sendiri, akan sia-sia apabila pendidikan sudah membaik tetapi moral orang yang akan di beri pendidikan itu tidak balance dengan pendidikan yg baik tersebut, jadi kita harus menyeimbangkan potensi moral yang kita miliki dengan ilmu yang akan kita terima, jadi semua tidak ada kesia-siaan di dalamnya, ilmu akan sia-sia apabila kita berilmu tetapi tidak bermoral dan berakhlak, dan begitu pula sebaliknya apabila kita bermoral dan berakhlak yang baik tetapi tidak ber ilmu tetap saja akan sia-sia jadinya.
Untuk menghasilkan pendidikan yang dapat menyongsong dunia baru itu, semua harus berjalan dengan sempurna, seimbang dan sejalan baik itu dari pemerintahnya, masyarakatnya maupun generasi bangsa atau generasi mudanya yang akan memajukan bangsa dengan pendidikan. Dan apabila semua sudah terlaksana maka lihat lah perubahan apa yang akan terjadi di Negara ini dan salah satu dari cita-cita bangsa Indonesia itu pasti tercapai yang tersurat didalam undang-undang dasar 1945 yang bunyinya (mencerdaskan kehidupan bangsa), dan masa depan pendidikan yang menyongsong dunia baru itu tidak hanya jadi omong kosong belaka bagi bangsa Indonesia. 

5 komentar:

  1. Setuju dek, kalo nilai itu sering kali diperebutkan daripada pemahaman pembelajaran dlm pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya itu kak jadi kita harus merubah cara berfikir anak sekolah sejak dini bahwasanyan nilai itu penting tapi masih ada yg lebih penting lagi yaitu kejujuran itu tadi.

      Terimakasih atas tanggapan nya kak

      Hapus
  2. Kembanglan lagi par...

    Mantap👍🏽

    BalasHapus
  3. jangan lupa juga kita sebagai generasi bangsa harus bisa menanamkan nilai-nilai moral yang baik agar generasi selanjutnya menjadi generasi bangsa yang baik. semangat terus fahri...kembangkan terus yo

    BalasHapus