Lantunan nada dentum menyerbu
Seolah pantang dengan melodi hati
Terlanjur menciptakan kobaran menggebu
Sia sia rasanya jika berhenti sampai disini
Bukan tentang siapa yang menyulut
Apinya pun telah bersarang tepat di hati
Berteriak sudah asing di mulut
Mencetak jejak yang lebih dikenal baru baru ini
Semua hanya tahu cara menyerang
Hingga lupa sedang menjual harga diri
Keelokanmu menjadi tertutup begitu saja
Dengan goresan kalimat tinta hitam putih
