Jumat, 03 Februari 2023

Menjemput Bahagia



 Menjemput bahagia 

 Teras Literasi



Harus kah aku menulis tentangnya?...

Tentang ia yang selalu di harapkan oleh ku, oleh kamu dan oleh semua orang yang ada di permukaan bumi.

Ia lebih dari kekayaan, dan lebih dari kemawahan.

Karna yang kaya dan mewah belum tentu merasakan nya.

Ia adalah hak segala manusia, manusia berhak merasakannya, 

Walau cara mereka mendapatkannya yang berbeda, cara mereka menikmatinya juga berbeda.

Ya.... Dia adalah kebahagiaan

Yang semua orang menginginkan nya.

Semua orang ingin merasakannya, dan semua orang berhak mendapatkannya.

Namun.......sebelum merasakan nikmatnya bahagia, ada kata sulit sebelum itu.

Setiap keinginan pasti ada rintangan untuk menujunya, dan hasil yang indah di nilai dari cara kita mendapatkannya.

Jadi apa bila aku, kamu dan kalian ingin merasakan kebahagiaan, maka bersiap-siaplah merasakan kesukaran terlebih dahulu, karna kita tidak akan merasakan bahagia apabila kita tidak merasakan susah terlebih dahulu.

Ya...... bakal ada kepuasan tersendiri di akhir perjuangan walau rasa lelah selalu menemanimu untuk menuju yang kamu inginkan.

Terus lah berusaha

Apabila terjatuh bangkit lagi

Apabila lelah, istirahatlah

Namun jangan menyerah.

Karna rintangan yang aku, kamu dan kalian rasakan hari ini, adalah suatu jalan untuk menjemput kebahagiaan di masa yang akan datang, karna tak ada kebahagiaan yang datang dengan cara percuma.

Berbahagialah Wahai Diri

 



Berbahagialah Wahai Diri

-Teras Literasi- 



Wahai diri, masih ingatkah kau rasa sakit kemarin itu?

Ya rasa sakit yang tiba-tiba datang menghampiri, serasa mendekap membuat sekujur tubuh menjadi lemah.

Entah.....

Entah apa yang aku rasakan itu, tak sekali atau dua kali rasa itu menyerang dan menghasilkan rasa sakit yang sangat amat dalam ku rasakan.

Tekanan dari segala arah juga menyerbu, seraya menghimpit relung jiwa.

Tekanan-tekanan itu entah darimana datangnya, seperti memaksa diri untuk merasakan kesengsaraan dan tak di pantaskan untuk bahagia.

Perlahan-lahan mencoba bangkit walau sedikit memaksakan diri, mencoba menghindar dengan segala cara ke segala arah.

Namun, masih sering gagal dan tetap terjatuh.

Namun diri ini masih saja tak berputus asa, karna aku tak  bisa terus berada di posisi ini.

 Dimana hanya ada rasa sakit dan tekanan yang ku

 rasakan.

Secuil kebahagiaan adalah harapan, berharap perjuangan ini membuahkan hasil.

Masih tetap mencoba tuk kembali bangkit dan keluar dari zona ini.

Perlahan-lahan

Usaha ini menampakkan hasilnya.

Rasa sakit itu sedikit demi sedikit hilang dan tekanan itu pun beranjak pergi.

Berbahagialah diri.

Walau terkadang rasa sakit dan tekanan itu datang kembali.

Berbahagialah diri.

Karna aku berhak untuk bahagia

Bangkit lah dari keterpurukan karna kebahagiaan itu sudah menunggumu di depan.

Wahai diri tetap berbahagialah 

Karna kebahagiaan itu hak semua makhluk hidup.

Dan

Takan ada rasa bahagia sebelum kamu merasakan rasa sakit, karna kebahagiaan berasal dari sana.