Air mataku menetes tanpa diminta.
Berhenti karena dipaksa.
Aku yang selalu melempar senyum, padahal hati menjerit tersiksa.
Dia yang dengan sengaja bercanda tanpa mengerti batas tutur kata.
Apa salah saya jika tak memiliki wajah seperti dia?
Apa salah saya jika tak memiliki tubuh seperti mereka?
Hanya dipandang sebelah mata.
Diperlakukan tidak sewajarnya.
Dusta! Jika ada yg berkata cantik hati lebih penting dibandingkan cantik rupa.
Kenyataannya hidup memang tak adil untuk saya yg buruk rupa!
Dari percintaan hingga pekerjaan,
Saya selalu berusaha diatas penghinaan dan ketidak adilan!
Saya selalu berusaha, namun penghinaan dan ketidak adilan terasa menghantui setiap langkah.
Rasa takut ingin memulai jadi salah satu masalah, "entah kenapa aku begini" kata-kata itu selalu terucap dari benak ini.
Terkadang rasa bersyukur hilang entah kemana, dibawa oleh rasa takut yang begitu dahsyat.
Saya selalu mencoba memaksakan diri untuk tetap kuat.
Namum dunia ini ternyata lebih kuat dari yang kubayangkan.
Saya merasa sisi kejam dunia ini selalu menyerang dengan cara bertubi-tubi dan tak pernah memberi sedikit waktu untuk berada di tempat yang kuingin kan.
Entah itu kenyataan atau hanya firasat buruk tentang hidup ini.
Tapi yang pastinya rasa sakit ini sangat jelas aku rasa kan.
Kenapa aku tidak pernah dapat ke adilan? Apakah dunia ini hanya buat mereka yg sempurna?
Kadang aku berfikir begitu.
Ingin rasanya ku teriakkan semua isi dihati, agar alam mendengar keluhan ku.
Aku berusaha untuk tetap tegar menjalaninya, dan tak berhenti tuk bermimpi dan selalu membarengi usaha dengan doa.
Bersikeras menanamkan rasa, bahwa aku ini sempurna dengan caraku memandang diriku sendiri!
Dan saya percaya akan ada terang di cerita hidup nantinya.
