Kamis, 27 Agustus 2020

Kita hanya sebatas pernah

 


Kita adalah sebatas pernah⁣


Kita pernah saling berbagi kisah

Dari kisah yang penuh tawa 

Hingga kisah yang penuh air mata 

Kita Pernah saling mengeluh

dan saling menguatkan.⁣

Pernah saling menanam luka dan saling menuai tawa.⁣

Pernah saling kecewa dan saling merasakan bahagia. 


Hingga aku sadar  bahwa setiap kisah yang terjadi diantara kita itu hanya untuk menguatkan.

Ketika diuji kembali kita dapat melewatinya karena telah berpengalaman menghadapinya.

Hingga akhirnya sadar, bahwa apa yang terjadi diantara kita hanyalah sementara.⁣

Hingga akhirnya kita saling melepaskan, tapi tidak untuk melupakan 


Sebab kita hanya

Sebatas pernah, bukan punah

sebab kita hanya sudah, bukan menyerah.

Minggu, 16 Agustus 2020

Bertemu angin

 



BERTEMU ANGIN 


Ketika cinta pertamamu diambil oleh hati lain
Jangan pernah berfikir duniamu hancur
Keluar dan temui angin
Mengurung diri hanya akan membuatmu lebur

Jika aku mengajakmu memeras pilu
Aku yakin itu akan mengupas luka seribu kali
Tidak mudah berdiri diantara dua prinsip
Kamu juga tidak perlu memilih salah satunya

Kamu terlalu sibuk mencari
Hingga lupa perebut cinta pertamamu sedang obral simpati
Mencari pembelaan kesana kemari
Berkelit untuk tameng diri

Jika duniamu hancur karena cinta pertamamu diambil
Ingatlah untuk keluar bertemu angin
Ia akan mengajarimu bahwa semesta terus berputar
Tidak peduli hancurnya duniamu

Selasa, 04 Agustus 2020

bekas luka





Dulu  ada seseorang  yang pernah bersarang di hati dan  memilih untuk menetap didalamnya.

Dia Selalu memberi keindahan setiap harinya

Dan tak jarang pula dia menumpahkan cairan-cairan rindu yang memiliki rasa yang amat dalam ku rasakan.

 Terkadang dia juga  berfungsi seperti matahari,  yang setiap harinya memberi penerangan untuk menampakkan keindahan yang ada di sekitarnya  dengan bantuan cahaya yang terang….

Dan terkadang dia juga  berfungsi seperti bulan,

Yang cahayanya mampu menerangi kegelapan malam,

 dan terkadang di penuhi oleh bintang-bintang di sekelilingnya,  untuk menambah keindahan malam itu.

Namun…..

Semua berubah sejak dia pergi…

Pancaran cahayanya sudah mulai redup dan tak lagi menerangi hati ku

Dan aku mulai sadar …..

Kalau matahari tak selalu memberi penerangan kepada dunia…karna ada masanya dia untuk terbenam.

Bulan dan bintang begitu juga,  ada masanya ia tak menyinari malam,  dan tak memberikan keindahan dilangit  malam dengan bintang-bintangnya..

Terkadang mereka juga membiarkan malam itu gelap gulita, dan  enggan  menampakkan dirinya untuk memberi cahaya sedikit saja kepada malam.

Cairan-cairan rindu itu pula,  kering seketika

Dan menggantikannya dengan bekas luka yang mendalam

Aku sudah coba mengobati luka itu..

namun itu bukan hal yang mudah ,

Karena ia sudah banyak meninggalkan kenangan indah dan banyak melukis di kanvas hati ku……

Sehingga aku kesulitan untuk menghapus tinta yang pernah dia lukis di kanvas itu,

Aku sudah berusaha menghapusnya, namun bekas tinta itu masih melekat jelas diatasnya.

Ku juga berusaha merobek semua bayangan yang  masih tampak di relung sukma ku, namun sakit ini semakin menjadi-jadi rasanya.

Bekas luka ini sepertinya akan tetap ada, sampai ada orang yang  membawa cahaya terang yang dulu pernah di pancarkan di dalamnya.

Sekarang ku hanya bisa merasakan jejak-jejak yang pernah ia tinggalkan dan bekas luka yang ia titipkan pada ku.

Sekarang kuhanya bisa menikmati sakitnya dan mencoba melupakannya.