Senin, 29 Juni 2020

ada bidadari di rumahku


Hari terus berganti
waktu terus berputar,
 hidup terus berjalan.

Tak terasa aku sudah tumbuh besar, dan di tahun ini aku menginjak usia 19tahun,
 di usia ini aku sudah mulai bisa memilih mana yang kumau dan mana yang tidak kumau 
tidak seperti dulu yang apa-apa aku merengek untuk meminta 
tetapi sekarang aku harus sudah bisa memberi.

Dan di usia ku yang ke 19 ini aku baru  menyadari bahwa bidadari tak bersayap itu nyata adanya.

Dan dia berada dekat dengan ku. 

Dia tak seperti bidadari yang kulihat di tv 
tak seperti yang aku baca di novel-novel.

 Tangan nya lembut seperti sutra, rambut hitam panjangnya terurai dan wajah nya bersinar seperti cahaya. 

Dia tak memiliki sayap dan tak pula memiliki tongkat sihir yang bisa mewujudkan apapun yang kumau, tetapi dia selalu berusaha untuk membuat ku tersenyum ia selalu berjuang untuk mewujudkan apapun yang kuminta.

Ia adalah biadadari di rumah ku, melihatnya tersenyum sudah membuatku bahagia, tak rela rasanya jika air mata menetes di wajahnya. 

Hatinya kuat seperti karang di lautan yang di terpa ombak tidak pernah goyah.

Tak peduli teriknya panas matahari yang membakar tubuh nya dan tak merasakan dinginya tetesan hujan yang membasahi badannya
 semua itu dilakukanya untuk kami anak nya.

Ternyata bidadari dirumah ku itu ialah sosok yang sering ku panggil dengan sebutan ibu….

 Tak ada bidadari dimana pun yang bisa menggantikan sosok nya sebagai bidadari di rumahku.

Terimakasih sudah menjadi bidadari di rumahku.

Minggu, 07 Juni 2020

RINDU BAPAK





                                   
Coba bayangkan gimana beratnya menjalani hari-hari tanpa seorang ayah…..

Ya! Seorang ayah,

 Laki-laki nomor satu yang ada dalam hidup kita, laki-laki dambaan hati ibu kita, dan seorang laki-laki yang terkadang enggan menanyakan kabar anaknya secara langsung, gimana pendidikannya, siapa wanitanya, dan berapa penghasilannya.

 Ternyata diam-diam ayah menanyakan itu semua kepada ibu, aku sempat bingung dan memiliki rasa penasaran dibuatnya, kenapa dia tidak menanyakannya langsung kepada ku tanpa perantaraan ibu, 

hmmm….. tetapi  kebingungan dan rasa penasaran itu hanya dapat ku simpan di dalam hati saja.

Tak jarang aku merasakan rindu yang sangat mendalam kepada ayah ku yang sudah lama pergi meninggalkan kami, rindu akan canda tawanya, rindu bagaimana cara dia memarahi ku ketika aku membuat kesalahan dan rindu belaian tangannya ketika mengusap kepala ku.

Tetapi sekarang hanya rindu yang bisa ku rasakan, tanpa bisa mengulang kembali itu semua. 

 Karna dia sekarang sudah pergi ketempat yang saaaangat jauh disana, mungkin disana tempatnya sangat indah dan nyaman ya pak sehingga bapak enggan untuk kembali lagi kesini hehehhe... tunggu aku di sana ya pak, banyak yang masih ingin aku cerita kan kepada bapak sampai- sampai waktu di dunia tidak cukup untuk menceritakan semuanya.

 Tugas bapak di dunia untuk membesarkan, menjaga dan mendidikku sudah selesai, maka dari itu dia pulang ketempat yang semestinya dia tempati secara abadi di akhirat sana.

Terkadang pula Untuk mengobati rasa rindu ku kepadanya, aku sering bongkar sebuah kardus yang disimpan ibu di dalam kamar,  yang isi nya adalah album-album lama, yang di dalamnya terdapat foto ku beserta keluarga ku dan ada wajah bapak ku di dalam foto itu.

Kupandangi wajah tampannya dan  air mata ku secara spontan terjatuh dan membasahi foto itu,  dan tanpa ku sadari ibu memperhatikan ku, dan bertanya kepada ku.

”rindu sama bapak nak?”

  lalu aku menjawab sembari menghapus air mata ku

iya buk” 

dengan wajah ku yang menunduk tersipu malu.
Lalu ibu menepuk pundak ku lalu berkata dengan bibir tersenyum tipis kepada ku

hapus air mata mu, karna bapak sudah tidak memerlukan itu nak, yang bapak perlukan hanya doa dari anaknya, doa kan bapak agar di tempatkan di tempat yang paaaling baik di sana” .

Setelah ibu mengatakan itu air mata ku  mengalir  makin menjadi-jadi dan tak terbendungku, dan aku hanya bisa terdiam dan tertunduk.

Sekarang aku  sudah beranjak dewasa, dan terkadang pula aku berkata di dalam hati ku:

pak ini anakmu yang dulu kamu gendong kemana-kemana, kini aku sudah beranjak besar dan dewasa pak dan aku sudah  menyelesaikan pendidikan ku di pondok pesantren sebagaimana yang bapak ingin kan dulu pak, padahal aku berharap bapak bisa melihatnya langsung pak, aku juga pingin melihat senyum bangga mu kepada ku.

 Tetapi takdir berkata lain semoga bapak dapat melihatku dari sana dan bangga kepada ku, dan tersenyum kepadaku walau aku tak bisa melihatnya secara langsung, dan aku akan berjanji akan menjaga ibu  dan membanggakannya, begitu pula adik pak, yang mungkin dia tidak begitu hafal dan tanda wajahmu pak, hanya fotomu lah yang bisa kami kenalkan kepadanya, aku juga berjanji akan menjaganya pak”.



Seketika itu air mata ku keluar dan tak terbendungku padahal aku sudah berusaha untuk tegar dan mengikhlaskannya.

Iya…. Aku memang sudah mengiklaskanya tapi terkadang rasa rindu ini mengalahkan perasaan tegar ku, dan terkadang mulut ini berkata:

"kenapa aku tak seberuntung anak lain di luar sana, yang masih bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua"

dan setelah itu aku menarik nafas dan mencoba mengkuatkan diri ku lagi dan mencoba untuk tidak mengeluh, walau terkadang rasa itu kembali lagi.

Sekarang hanya doa yang bisa aku berikan kepada mu pak  , nama mu selalu aku selip kan di dalam doa ku semoga tenang bapak di alam sana, ditempatkan di tempat yang saaangat baik.                                                        Aamiin ya rabbal ‘alamin….









Pesan singkat:
“hargai selagi ada, berbakti kepadanya dan jangan buat dia kecewa, karna apabila ia sudah tiada tetapi kita belum sempat meminta maaf kepadanya hanya penyesalan yang akan kita bawa kemana-mana”
                                                                        
                                       -fahri ihsan fadila-




Terimakasih kepada semua pembaca semoga bacaan diatas tadi dapat menggugah kita untuk lebih berbakti kepada orang tua kita, tidak hanya kepada ayah tetapi kepada ibu kita juga.

kita jaga mereka, rawat mereka selagi mereka masih ada bersama kita dan jangan sampai kita menyesal karna belum berbakti kepadanya.



Selasa, 02 Juni 2020

pendidikan menyongsong dunia baru


              

                         Masa Depan Pendidikan Menyongsong Dunia Baru
                                            Oleh : Fahri Ihsan Fadila
                                             
Pendidikan sangat penting dalam menjalankan hidup untuk menuju keberhasilan di masa depan, pendidikan juga dapat  membuat perubahan suatu Negara menjadi lebih baik tetapi untuk memperoleh pendidikan yang baik dalam suatu Negara bukanlah hal yang mudah, harus banyak persiapan, baik dari moril dan materil. Sayangnya dilihat dari pendidikan di Indonesia sendiri saja,  kata-kata pendidikan menyongsong dunia baru itu memiliki peluang yg sangat kecil terjadi, negara ini bisa saja memiliki peluang besar untuk mencapai itu tetapi masih harus melalui proses yang sangat panjang karena masih banyak yang harus di benahi di Negara kita ini terutama di pendidikannya.  Bisa kita lihat dari  sistem pendidikan di Indonesia yang masih jauh dari kata layak. Karena sistem di Indonesia lebih mengutamakan nilai daripada nalar imajinasi siswa untuk berfikir kritis. Hal ini menyebabkan kurang berkembangnya cara berfikir siswa dalam hal menemukan ide-ide atau gagasan baru. Dan apabila lebih mengutamakan nilai, murid-murid itu akan lebih banyak mengejar nilai yang tinggi, bahkan sampai menghalalkan segala cara agar mendapatkan nilai yang tinggi secara instant. Dan mereka juga akan melupakan bagaimana cara berinovasi di masa sekolahnya bahkan kadang mereka mengabaikan semua itu demi nilai itu tadi.
Tidak hanya sistem nya saja tetapi sebagian besar  anak didik di Indonesia memiliki karakter yang kurang bermoral di karena kan kecanggihan alat-alat tekhnologi yang mereka gunakan tanpa pengawasan dari orang tua, itu dapat merusak moral dan akhlak pada anak itu mulai dari  sopan santunnya dan sifat-sifat yang tidak baik lainnya. Dan masih rendahnya minat belajar pada anak tersebut. Kurang nya moral dan akhlak menyebabkan  Banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran yang dibuat oleh anak didik terhadap guru dan temen sekolahnya, seperti bullying,pelecehan dll.
Tidak  hanya  dari segi karakter pada anak didik itu saja, tetapi pendidikan di Indonesia ini belum bisa mencakup keseluruhan wilayah di pelosok Indonesia sehingga masih banyak anak di Indonesia yang belum dapat merasakan pendidikan yang layak. Ini dikarenakan kurang perhatiannya pemerintah terhadap tenaga pengajar terutama terhadap pengajar yang masih menyandang gelar honorer. Jadi karena masalah itu banyak guru yang masih enggan menyalurkan pendidikan di daerah terpencil maka terjadilah kekurangannya  tenaga pengajar di plosok-plosok negeri. Sehingga anak-anak di daerah-daerah pelosok tidak dapat merasakan pendidikan yang layak dan tidak sedikit pula dari mereka yang mengalami buta huruf.
 Begitu juga tekhnologi di Indonesia masih tertinggal jauh oleh Negara berkembang lainnya termasuk dalam bidang pendidikan, dan ini adalah salah satu faktor yang menghambat perkembangan pendidikan di Indonesia itu sendiri. Karna pada era milenial seperti saat ini internet sangat di butuhkan agar mempermudah akses pendidikan untuk masuk ke pelosok daerah yang ada di Indonesia, tetapi disayangkan sekali fasilitas belajar yang modern masih minim di dapatkan oleh anak didik di karenakan Negara tidak memfasilitasi itu semua  secara merata hanya anak tertentu saja yang dapat memilikinya karena mereka membelinya secara pribadi, sedangkan anak yang berada di daerah terpencil, yang mana faktor dari perekonomiannya masih banyak yang menengah kebawah, jadi orang tua dari anak itu tidak bisa membelikan fasilitas yang layak dan modern tersebut.
Dan yang lebih disayangkan lagi, sebagian besar dari pemikiran orang tuanya masih beranggapan bahwa pendidikan itu tidak bisa menjamin kebahagiaan di masa yang akan datang, padahal pendidikan itu sangat lah penting untuk merubah pola fikir seseorang agar bisa merubah nasibnya dimasa yang akan datang. Jadi apa bila Indonesia menginginkan pendidikan yang dapat menyongsong dunia baru, itu masih menjadi PR besar yang harus di kerjakan, dan masih jauh di angan-angan karena belum ada kesadaran dari pemerintah ingin memfasilitasi pendidikan yang layak dan modern secara menyeluruh.
Jadi apabila Negara kita menginginkan kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang, pemerintah Indonesia harus lebih peduli dan harus lebih peka lagi akan kemajuan pendidikan di Indonesia ini dengan cara tidak menganggap sepele pendidikan ini, terutama kepada  tenaga pengajarnya. Yang lebih  mirisnya lagi masih banyak tenaga pengajar yang belum mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan dari hasil ia mengajar itu.
Pemerintah Indonesia harus mengedepankan masa depan pendidikan yang ada di Indonesia agar apa yang tadi di ingin kan tercapai, bukan hanya menjadi angan-angan semata. Jadi disini pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat penting demi kemajuan pendidikan yang ada di Negara ini agar masa depan pendidikan itu dapat menyongsong dunia baru yg mana itu di ingin kan Negara ini, dan dapat mencapai dari salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang tertulis didalam  pembukaan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu (mencerdaskan kehidupan bangsa). Jadi disini pemerintah harus berperan sebagai pendukung utama masalah pendidikan ini, mereka lah yang mengatur secara keseluruhan baik dari peralatan yang dibutuhkan dan pertanggung jawaban terhadap tenaga pengajar dengan cara memberikan apa yang seharusnya ia dapatkan dari kerja dia itu sendiri sebagai pengajar, sehinggga tidak ada yang di rugikan antara kedua belah pihak. Kalau dari segi peralatan pemerintah harus memfasilitasi itu semua dan dibagikan secara merata hingga ke pelosok daerah, agar mereka yang tinggal disana juga merasakan pendidikan yang layak tersebut.
Bukan hanya pemerintah saja yang berperan dalam hal ini, tetapi rakyatnya juga harus lebih sadar dan peka akan pentingnya pendidikan demi masa depan bangsa. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi generasi bangsa selanjutnya yaitu anak-anak mereka, peran orang tua disini ialah mendidik anak nya itu agar memiliki akhlak dan moral yang baik dan akan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Orang tua juga tidak boleh lengah dalam pengawasan terhadap anak dengan cara selalu membimbing mereka dalam belajar agar mereka  tidak salah jalan dari apa yang mereka pelajari itu, dan membatasi anak itu dari pengaruh-pengaruh negative nya jaman milenial sekarang, contohnya dalam penggunaan gadget, karena sudah banyak anak yang rusak di karenakan kurang pengawasan dari orang tua dalam penggunaan gadget. Jadi jangan sampai generasi bangsa kita ini di rusak oleh kemajuan jaman lewat tekhnologi nya. Karena anak ini juga memiliki peran penting dalam kemajuan pendidikan yang ada di Negara ini, apa bila generasi bangsa nya sudah rusak, pasti pendidikannya rusak juga dan apabila keduanya rusak maka bangsanya lama kelamaan akan ikut rusak, dan apabila kerusakan ini di biarkan dalam waktu yang lama, maka kita bersiap-siap akan kehancuran Negara ini.
Karna pondasi suatu bangsa adalah pendidikan yang baik,  apabila pendidikan itu sudah membaik maka baik pula bangsa itu. Tapi itu semua tergantung pada generasi bangsanya itu sendiri, akan sia-sia apabila pendidikan sudah membaik tetapi moral orang yang akan di beri pendidikan itu tidak balance dengan pendidikan yg baik tersebut, jadi kita harus menyeimbangkan potensi moral yang kita miliki dengan ilmu yang akan kita terima, jadi semua tidak ada kesia-siaan di dalamnya, ilmu akan sia-sia apabila kita berilmu tetapi tidak bermoral dan berakhlak, dan begitu pula sebaliknya apabila kita bermoral dan berakhlak yang baik tetapi tidak ber ilmu tetap saja akan sia-sia jadinya.
Untuk menghasilkan pendidikan yang dapat menyongsong dunia baru itu, semua harus berjalan dengan sempurna, seimbang dan sejalan baik itu dari pemerintahnya, masyarakatnya maupun generasi bangsa atau generasi mudanya yang akan memajukan bangsa dengan pendidikan. Dan apabila semua sudah terlaksana maka lihat lah perubahan apa yang akan terjadi di Negara ini dan salah satu dari cita-cita bangsa Indonesia itu pasti tercapai yang tersurat didalam undang-undang dasar 1945 yang bunyinya (mencerdaskan kehidupan bangsa), dan masa depan pendidikan yang menyongsong dunia baru itu tidak hanya jadi omong kosong belaka bagi bangsa Indonesia.