Sabtu, 14 November 2020

SARJANA GAK PENTING

 


     GELAR SARJANA ITU GAK PENTING

Ya…. Gelar  sarjana itu gak penting sekali lagi aku tegaskan GELAR SARJANA ITU GAK PENTING.

 pasti sering kita dengar kata-kata seperti itu, baik dari teman-teman tongkrongan, warga sekitar, keluarga dekat bahkan orang tua kita sendiri, dan kata-kata yang sering keluar dari mulutnya hampir sama semua contohnya begini, sarjana itu gak bisa menjamin ke suksesan di masa depan, dan contohnya yang paling sering lagi mereka mengatakan mengambil gelar sarjana itu hanya sia-sia Cuma ngabisin uang aja buat kuliah , pasti iya kan!.. mungkin para pembaca sering juga mendengar kata-kata seperti itu.

  Ya  kalau kita fikir-fikir semua itu memang benar adanya, walau gak semua berfikiran begitu, tapi apa kita bisa menyalahkan pendapat orang lain? Jawabannya ya tentu tidak, karna kita bebas dalam berpendapat dan 50% survey orang yang mengatakan bahwa gelar sarjana itu gak penting adalah orang yang gak duduk sama sekali di bangku perkuliahaan dengan alasan memang tidak ada niat untuk menduduki bangku perkuliahan itu dan bukan karna tak ada biaya yang cukup untuk duduk di bangku perkuliahan tersebut.


Mengapa  mereka kebanyakana berpendapata seperti  itu, karena mereka gak pernah merasakan bagaimana perjuangan untuk mencapai gelar sarjana, ya bisa jadi  saya sebagai yang menulis ini berfikiran yang sama apa bila saya gak ngerasakan bagaimana perjuangan  untuk mencapai gelar sarjana itu tadi, tapi karna saya merasakan bagaimana perjuangan untuk mencapai itu jadi ketika saya mendengar kata-kata bahwa gelar sarjana itu gak penting jadi agak sedih dan sedikit berfikir dan bertanya-tanya kepada diri saya sendiri apakah yang saya jalani ini akan sia-sia di ujungnya nnti?, karna kata-kata seperti itu bisa mendoktrin seseorang yang tidak baik dan memutuskan semangat orang yang dia doktrin dengan kata-kata itu tadi.

Memang gelar sarjana itu gak menjamin hidup sukses di masa depan,  tapi orang-orang yang sedang berjuang untuk meraih gelar tersebut,  menjadikan masa kuliahnya yang bertujuan untuk meraih sebuah gelar sarjana  adalah salah satu usaha mereka  untuk hidup sukses di masa yang akan datang,  ya…. walau kita tau itu semua gak bisa jadi jaminan,  karna banyak orang yang gak menyandang  gelar sarjana di luaran sana bisa sukses,  karena  mereka mencari jalan lain untuk hidup sukses di masa yang akan datang sesuai jalan yang ia pilih, dan kita gak bisa menyalahkan  orang untuk memilih jalannya masing-masing.


SARJANA ITU GAK MENJADI JAMINAN HIDUP SUKSES DI MASA DEPAN MELAINKAN SALAH SATU USAHA UNTUK MERAIH KESUKSESAN DI MASA DEPAN.



Senin, 14 September 2020

MENULIS DENGAN HATI




Lantunan nada dentum menyerbu

Seolah pantang dengan melodi hati

Terlanjur menciptakan kobaran menggebu

Sia sia rasanya jika berhenti sampai disini


Bukan tentang siapa yang menyulut

Apinya pun telah bersarang tepat di hati

Berteriak sudah asing di mulut

Mencetak jejak yang lebih dikenal baru baru ini


Semua hanya tahu cara menyerang

Hingga lupa sedang menjual harga diri

Keelokanmu menjadi tertutup begitu saja

Dengan goresan kalimat tinta hitam putih

Kamis, 27 Agustus 2020

Kita hanya sebatas pernah

 


Kita adalah sebatas pernah⁣


Kita pernah saling berbagi kisah

Dari kisah yang penuh tawa 

Hingga kisah yang penuh air mata 

Kita Pernah saling mengeluh

dan saling menguatkan.⁣

Pernah saling menanam luka dan saling menuai tawa.⁣

Pernah saling kecewa dan saling merasakan bahagia. 


Hingga aku sadar  bahwa setiap kisah yang terjadi diantara kita itu hanya untuk menguatkan.

Ketika diuji kembali kita dapat melewatinya karena telah berpengalaman menghadapinya.

Hingga akhirnya sadar, bahwa apa yang terjadi diantara kita hanyalah sementara.⁣

Hingga akhirnya kita saling melepaskan, tapi tidak untuk melupakan 


Sebab kita hanya

Sebatas pernah, bukan punah

sebab kita hanya sudah, bukan menyerah.

Minggu, 16 Agustus 2020

Bertemu angin

 



BERTEMU ANGIN 


Ketika cinta pertamamu diambil oleh hati lain
Jangan pernah berfikir duniamu hancur
Keluar dan temui angin
Mengurung diri hanya akan membuatmu lebur

Jika aku mengajakmu memeras pilu
Aku yakin itu akan mengupas luka seribu kali
Tidak mudah berdiri diantara dua prinsip
Kamu juga tidak perlu memilih salah satunya

Kamu terlalu sibuk mencari
Hingga lupa perebut cinta pertamamu sedang obral simpati
Mencari pembelaan kesana kemari
Berkelit untuk tameng diri

Jika duniamu hancur karena cinta pertamamu diambil
Ingatlah untuk keluar bertemu angin
Ia akan mengajarimu bahwa semesta terus berputar
Tidak peduli hancurnya duniamu

Selasa, 04 Agustus 2020

bekas luka





Dulu  ada seseorang  yang pernah bersarang di hati dan  memilih untuk menetap didalamnya.

Dia Selalu memberi keindahan setiap harinya

Dan tak jarang pula dia menumpahkan cairan-cairan rindu yang memiliki rasa yang amat dalam ku rasakan.

 Terkadang dia juga  berfungsi seperti matahari,  yang setiap harinya memberi penerangan untuk menampakkan keindahan yang ada di sekitarnya  dengan bantuan cahaya yang terang….

Dan terkadang dia juga  berfungsi seperti bulan,

Yang cahayanya mampu menerangi kegelapan malam,

 dan terkadang di penuhi oleh bintang-bintang di sekelilingnya,  untuk menambah keindahan malam itu.

Namun…..

Semua berubah sejak dia pergi…

Pancaran cahayanya sudah mulai redup dan tak lagi menerangi hati ku

Dan aku mulai sadar …..

Kalau matahari tak selalu memberi penerangan kepada dunia…karna ada masanya dia untuk terbenam.

Bulan dan bintang begitu juga,  ada masanya ia tak menyinari malam,  dan tak memberikan keindahan dilangit  malam dengan bintang-bintangnya..

Terkadang mereka juga membiarkan malam itu gelap gulita, dan  enggan  menampakkan dirinya untuk memberi cahaya sedikit saja kepada malam.

Cairan-cairan rindu itu pula,  kering seketika

Dan menggantikannya dengan bekas luka yang mendalam

Aku sudah coba mengobati luka itu..

namun itu bukan hal yang mudah ,

Karena ia sudah banyak meninggalkan kenangan indah dan banyak melukis di kanvas hati ku……

Sehingga aku kesulitan untuk menghapus tinta yang pernah dia lukis di kanvas itu,

Aku sudah berusaha menghapusnya, namun bekas tinta itu masih melekat jelas diatasnya.

Ku juga berusaha merobek semua bayangan yang  masih tampak di relung sukma ku, namun sakit ini semakin menjadi-jadi rasanya.

Bekas luka ini sepertinya akan tetap ada, sampai ada orang yang  membawa cahaya terang yang dulu pernah di pancarkan di dalamnya.

Sekarang ku hanya bisa merasakan jejak-jejak yang pernah ia tinggalkan dan bekas luka yang ia titipkan pada ku.

Sekarang kuhanya bisa menikmati sakitnya dan mencoba melupakannya.

 

 

 

 

 

 

 


Minggu, 26 Juli 2020

PAHIT YANG PERNAH MANIS



Ketika hidup harus tetap berjalan dengan kerasnya keaadaan,aku dipaksa untuk tetap bertahan,entah itu untuk melihat nya bahagia dengan yg lain atau melihat diriku perlahan hancur dan menghilang.

Rasa yg masih menggerogoti jiwa seolah olah enggan untuk mengerti yg sebenarnya terjadi.Bukankah hidup sebuah perjalanan?lantas mengapa aku masih enggan bergerak pergi menghadapi kenyataan.

Tidak harus merengek dan menyakiti diri sendiri agar masalalu yg sebenarnya harus menjadi masalalu kau pertahankan untuk masa depan.

 Ingatlah ketika kita mengenggamnya dengan erat tetapi dia menolaknya dengan paksa rasanya akan jauh lebih sakit ketika kau bisa mengihklaskannya saat ini.

Ketika kau merasa kau lah yg tersakiti dihubungan ini,  jangan meminta kepada Tuhan agar karma membalasnya.

Tetapi mintalah kepada Tuhan rasa cinta yg dulu ada padanya agar dimunculkannya kembali, ketika kau bisa bahagia dengan yg lain suatu saat nanti.

Karena karma tidak bisa mengulang yg telah terjadi, tetapi ketika rasa cinta itu muncul lagi dan rasa itu tak terbalas,kau bisa ber bisik dalam hening

"itulah yg kurasakan saat ku mencintaimu dengan setulus hati tapi kau memaksa untuk pergi".

Masalalu bukan untuk dikenang atau di lupakan, tetapi untuk dipelajari dan dijadikan pengalaman agar tak terulang goresan pahit yg pernah menghadang kau menerjang kemunafikan dunia.


Tidak ada masalalu yg manis,karena tidak mungkin hal manis akan menjadi masa lalu.



Senin, 29 Juni 2020

ada bidadari di rumahku


Hari terus berganti
waktu terus berputar,
 hidup terus berjalan.

Tak terasa aku sudah tumbuh besar, dan di tahun ini aku menginjak usia 19tahun,
 di usia ini aku sudah mulai bisa memilih mana yang kumau dan mana yang tidak kumau 
tidak seperti dulu yang apa-apa aku merengek untuk meminta 
tetapi sekarang aku harus sudah bisa memberi.

Dan di usia ku yang ke 19 ini aku baru  menyadari bahwa bidadari tak bersayap itu nyata adanya.

Dan dia berada dekat dengan ku. 

Dia tak seperti bidadari yang kulihat di tv 
tak seperti yang aku baca di novel-novel.

 Tangan nya lembut seperti sutra, rambut hitam panjangnya terurai dan wajah nya bersinar seperti cahaya. 

Dia tak memiliki sayap dan tak pula memiliki tongkat sihir yang bisa mewujudkan apapun yang kumau, tetapi dia selalu berusaha untuk membuat ku tersenyum ia selalu berjuang untuk mewujudkan apapun yang kuminta.

Ia adalah biadadari di rumah ku, melihatnya tersenyum sudah membuatku bahagia, tak rela rasanya jika air mata menetes di wajahnya. 

Hatinya kuat seperti karang di lautan yang di terpa ombak tidak pernah goyah.

Tak peduli teriknya panas matahari yang membakar tubuh nya dan tak merasakan dinginya tetesan hujan yang membasahi badannya
 semua itu dilakukanya untuk kami anak nya.

Ternyata bidadari dirumah ku itu ialah sosok yang sering ku panggil dengan sebutan ibu….

 Tak ada bidadari dimana pun yang bisa menggantikan sosok nya sebagai bidadari di rumahku.

Terimakasih sudah menjadi bidadari di rumahku.

Minggu, 07 Juni 2020

RINDU BAPAK





                                   
Coba bayangkan gimana beratnya menjalani hari-hari tanpa seorang ayah…..

Ya! Seorang ayah,

 Laki-laki nomor satu yang ada dalam hidup kita, laki-laki dambaan hati ibu kita, dan seorang laki-laki yang terkadang enggan menanyakan kabar anaknya secara langsung, gimana pendidikannya, siapa wanitanya, dan berapa penghasilannya.

 Ternyata diam-diam ayah menanyakan itu semua kepada ibu, aku sempat bingung dan memiliki rasa penasaran dibuatnya, kenapa dia tidak menanyakannya langsung kepada ku tanpa perantaraan ibu, 

hmmm….. tetapi  kebingungan dan rasa penasaran itu hanya dapat ku simpan di dalam hati saja.

Tak jarang aku merasakan rindu yang sangat mendalam kepada ayah ku yang sudah lama pergi meninggalkan kami, rindu akan canda tawanya, rindu bagaimana cara dia memarahi ku ketika aku membuat kesalahan dan rindu belaian tangannya ketika mengusap kepala ku.

Tetapi sekarang hanya rindu yang bisa ku rasakan, tanpa bisa mengulang kembali itu semua. 

 Karna dia sekarang sudah pergi ketempat yang saaaangat jauh disana, mungkin disana tempatnya sangat indah dan nyaman ya pak sehingga bapak enggan untuk kembali lagi kesini hehehhe... tunggu aku di sana ya pak, banyak yang masih ingin aku cerita kan kepada bapak sampai- sampai waktu di dunia tidak cukup untuk menceritakan semuanya.

 Tugas bapak di dunia untuk membesarkan, menjaga dan mendidikku sudah selesai, maka dari itu dia pulang ketempat yang semestinya dia tempati secara abadi di akhirat sana.

Terkadang pula Untuk mengobati rasa rindu ku kepadanya, aku sering bongkar sebuah kardus yang disimpan ibu di dalam kamar,  yang isi nya adalah album-album lama, yang di dalamnya terdapat foto ku beserta keluarga ku dan ada wajah bapak ku di dalam foto itu.

Kupandangi wajah tampannya dan  air mata ku secara spontan terjatuh dan membasahi foto itu,  dan tanpa ku sadari ibu memperhatikan ku, dan bertanya kepada ku.

”rindu sama bapak nak?”

  lalu aku menjawab sembari menghapus air mata ku

iya buk” 

dengan wajah ku yang menunduk tersipu malu.
Lalu ibu menepuk pundak ku lalu berkata dengan bibir tersenyum tipis kepada ku

hapus air mata mu, karna bapak sudah tidak memerlukan itu nak, yang bapak perlukan hanya doa dari anaknya, doa kan bapak agar di tempatkan di tempat yang paaaling baik di sana” .

Setelah ibu mengatakan itu air mata ku  mengalir  makin menjadi-jadi dan tak terbendungku, dan aku hanya bisa terdiam dan tertunduk.

Sekarang aku  sudah beranjak dewasa, dan terkadang pula aku berkata di dalam hati ku:

pak ini anakmu yang dulu kamu gendong kemana-kemana, kini aku sudah beranjak besar dan dewasa pak dan aku sudah  menyelesaikan pendidikan ku di pondok pesantren sebagaimana yang bapak ingin kan dulu pak, padahal aku berharap bapak bisa melihatnya langsung pak, aku juga pingin melihat senyum bangga mu kepada ku.

 Tetapi takdir berkata lain semoga bapak dapat melihatku dari sana dan bangga kepada ku, dan tersenyum kepadaku walau aku tak bisa melihatnya secara langsung, dan aku akan berjanji akan menjaga ibu  dan membanggakannya, begitu pula adik pak, yang mungkin dia tidak begitu hafal dan tanda wajahmu pak, hanya fotomu lah yang bisa kami kenalkan kepadanya, aku juga berjanji akan menjaganya pak”.



Seketika itu air mata ku keluar dan tak terbendungku padahal aku sudah berusaha untuk tegar dan mengikhlaskannya.

Iya…. Aku memang sudah mengiklaskanya tapi terkadang rasa rindu ini mengalahkan perasaan tegar ku, dan terkadang mulut ini berkata:

"kenapa aku tak seberuntung anak lain di luar sana, yang masih bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua"

dan setelah itu aku menarik nafas dan mencoba mengkuatkan diri ku lagi dan mencoba untuk tidak mengeluh, walau terkadang rasa itu kembali lagi.

Sekarang hanya doa yang bisa aku berikan kepada mu pak  , nama mu selalu aku selip kan di dalam doa ku semoga tenang bapak di alam sana, ditempatkan di tempat yang saaangat baik.                                                        Aamiin ya rabbal ‘alamin….









Pesan singkat:
“hargai selagi ada, berbakti kepadanya dan jangan buat dia kecewa, karna apabila ia sudah tiada tetapi kita belum sempat meminta maaf kepadanya hanya penyesalan yang akan kita bawa kemana-mana”
                                                                        
                                       -fahri ihsan fadila-




Terimakasih kepada semua pembaca semoga bacaan diatas tadi dapat menggugah kita untuk lebih berbakti kepada orang tua kita, tidak hanya kepada ayah tetapi kepada ibu kita juga.

kita jaga mereka, rawat mereka selagi mereka masih ada bersama kita dan jangan sampai kita menyesal karna belum berbakti kepadanya.



Selasa, 02 Juni 2020

pendidikan menyongsong dunia baru


              

                         Masa Depan Pendidikan Menyongsong Dunia Baru
                                            Oleh : Fahri Ihsan Fadila
                                             
Pendidikan sangat penting dalam menjalankan hidup untuk menuju keberhasilan di masa depan, pendidikan juga dapat  membuat perubahan suatu Negara menjadi lebih baik tetapi untuk memperoleh pendidikan yang baik dalam suatu Negara bukanlah hal yang mudah, harus banyak persiapan, baik dari moril dan materil. Sayangnya dilihat dari pendidikan di Indonesia sendiri saja,  kata-kata pendidikan menyongsong dunia baru itu memiliki peluang yg sangat kecil terjadi, negara ini bisa saja memiliki peluang besar untuk mencapai itu tetapi masih harus melalui proses yang sangat panjang karena masih banyak yang harus di benahi di Negara kita ini terutama di pendidikannya.  Bisa kita lihat dari  sistem pendidikan di Indonesia yang masih jauh dari kata layak. Karena sistem di Indonesia lebih mengutamakan nilai daripada nalar imajinasi siswa untuk berfikir kritis. Hal ini menyebabkan kurang berkembangnya cara berfikir siswa dalam hal menemukan ide-ide atau gagasan baru. Dan apabila lebih mengutamakan nilai, murid-murid itu akan lebih banyak mengejar nilai yang tinggi, bahkan sampai menghalalkan segala cara agar mendapatkan nilai yang tinggi secara instant. Dan mereka juga akan melupakan bagaimana cara berinovasi di masa sekolahnya bahkan kadang mereka mengabaikan semua itu demi nilai itu tadi.
Tidak hanya sistem nya saja tetapi sebagian besar  anak didik di Indonesia memiliki karakter yang kurang bermoral di karena kan kecanggihan alat-alat tekhnologi yang mereka gunakan tanpa pengawasan dari orang tua, itu dapat merusak moral dan akhlak pada anak itu mulai dari  sopan santunnya dan sifat-sifat yang tidak baik lainnya. Dan masih rendahnya minat belajar pada anak tersebut. Kurang nya moral dan akhlak menyebabkan  Banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran yang dibuat oleh anak didik terhadap guru dan temen sekolahnya, seperti bullying,pelecehan dll.
Tidak  hanya  dari segi karakter pada anak didik itu saja, tetapi pendidikan di Indonesia ini belum bisa mencakup keseluruhan wilayah di pelosok Indonesia sehingga masih banyak anak di Indonesia yang belum dapat merasakan pendidikan yang layak. Ini dikarenakan kurang perhatiannya pemerintah terhadap tenaga pengajar terutama terhadap pengajar yang masih menyandang gelar honorer. Jadi karena masalah itu banyak guru yang masih enggan menyalurkan pendidikan di daerah terpencil maka terjadilah kekurangannya  tenaga pengajar di plosok-plosok negeri. Sehingga anak-anak di daerah-daerah pelosok tidak dapat merasakan pendidikan yang layak dan tidak sedikit pula dari mereka yang mengalami buta huruf.
 Begitu juga tekhnologi di Indonesia masih tertinggal jauh oleh Negara berkembang lainnya termasuk dalam bidang pendidikan, dan ini adalah salah satu faktor yang menghambat perkembangan pendidikan di Indonesia itu sendiri. Karna pada era milenial seperti saat ini internet sangat di butuhkan agar mempermudah akses pendidikan untuk masuk ke pelosok daerah yang ada di Indonesia, tetapi disayangkan sekali fasilitas belajar yang modern masih minim di dapatkan oleh anak didik di karenakan Negara tidak memfasilitasi itu semua  secara merata hanya anak tertentu saja yang dapat memilikinya karena mereka membelinya secara pribadi, sedangkan anak yang berada di daerah terpencil, yang mana faktor dari perekonomiannya masih banyak yang menengah kebawah, jadi orang tua dari anak itu tidak bisa membelikan fasilitas yang layak dan modern tersebut.
Dan yang lebih disayangkan lagi, sebagian besar dari pemikiran orang tuanya masih beranggapan bahwa pendidikan itu tidak bisa menjamin kebahagiaan di masa yang akan datang, padahal pendidikan itu sangat lah penting untuk merubah pola fikir seseorang agar bisa merubah nasibnya dimasa yang akan datang. Jadi apa bila Indonesia menginginkan pendidikan yang dapat menyongsong dunia baru, itu masih menjadi PR besar yang harus di kerjakan, dan masih jauh di angan-angan karena belum ada kesadaran dari pemerintah ingin memfasilitasi pendidikan yang layak dan modern secara menyeluruh.
Jadi apabila Negara kita menginginkan kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang, pemerintah Indonesia harus lebih peduli dan harus lebih peka lagi akan kemajuan pendidikan di Indonesia ini dengan cara tidak menganggap sepele pendidikan ini, terutama kepada  tenaga pengajarnya. Yang lebih  mirisnya lagi masih banyak tenaga pengajar yang belum mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan dari hasil ia mengajar itu.
Pemerintah Indonesia harus mengedepankan masa depan pendidikan yang ada di Indonesia agar apa yang tadi di ingin kan tercapai, bukan hanya menjadi angan-angan semata. Jadi disini pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat penting demi kemajuan pendidikan yang ada di Negara ini agar masa depan pendidikan itu dapat menyongsong dunia baru yg mana itu di ingin kan Negara ini, dan dapat mencapai dari salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang tertulis didalam  pembukaan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu (mencerdaskan kehidupan bangsa). Jadi disini pemerintah harus berperan sebagai pendukung utama masalah pendidikan ini, mereka lah yang mengatur secara keseluruhan baik dari peralatan yang dibutuhkan dan pertanggung jawaban terhadap tenaga pengajar dengan cara memberikan apa yang seharusnya ia dapatkan dari kerja dia itu sendiri sebagai pengajar, sehinggga tidak ada yang di rugikan antara kedua belah pihak. Kalau dari segi peralatan pemerintah harus memfasilitasi itu semua dan dibagikan secara merata hingga ke pelosok daerah, agar mereka yang tinggal disana juga merasakan pendidikan yang layak tersebut.
Bukan hanya pemerintah saja yang berperan dalam hal ini, tetapi rakyatnya juga harus lebih sadar dan peka akan pentingnya pendidikan demi masa depan bangsa. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi generasi bangsa selanjutnya yaitu anak-anak mereka, peran orang tua disini ialah mendidik anak nya itu agar memiliki akhlak dan moral yang baik dan akan menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Orang tua juga tidak boleh lengah dalam pengawasan terhadap anak dengan cara selalu membimbing mereka dalam belajar agar mereka  tidak salah jalan dari apa yang mereka pelajari itu, dan membatasi anak itu dari pengaruh-pengaruh negative nya jaman milenial sekarang, contohnya dalam penggunaan gadget, karena sudah banyak anak yang rusak di karenakan kurang pengawasan dari orang tua dalam penggunaan gadget. Jadi jangan sampai generasi bangsa kita ini di rusak oleh kemajuan jaman lewat tekhnologi nya. Karena anak ini juga memiliki peran penting dalam kemajuan pendidikan yang ada di Negara ini, apa bila generasi bangsa nya sudah rusak, pasti pendidikannya rusak juga dan apabila keduanya rusak maka bangsanya lama kelamaan akan ikut rusak, dan apabila kerusakan ini di biarkan dalam waktu yang lama, maka kita bersiap-siap akan kehancuran Negara ini.
Karna pondasi suatu bangsa adalah pendidikan yang baik,  apabila pendidikan itu sudah membaik maka baik pula bangsa itu. Tapi itu semua tergantung pada generasi bangsanya itu sendiri, akan sia-sia apabila pendidikan sudah membaik tetapi moral orang yang akan di beri pendidikan itu tidak balance dengan pendidikan yg baik tersebut, jadi kita harus menyeimbangkan potensi moral yang kita miliki dengan ilmu yang akan kita terima, jadi semua tidak ada kesia-siaan di dalamnya, ilmu akan sia-sia apabila kita berilmu tetapi tidak bermoral dan berakhlak, dan begitu pula sebaliknya apabila kita bermoral dan berakhlak yang baik tetapi tidak ber ilmu tetap saja akan sia-sia jadinya.
Untuk menghasilkan pendidikan yang dapat menyongsong dunia baru itu, semua harus berjalan dengan sempurna, seimbang dan sejalan baik itu dari pemerintahnya, masyarakatnya maupun generasi bangsa atau generasi mudanya yang akan memajukan bangsa dengan pendidikan. Dan apabila semua sudah terlaksana maka lihat lah perubahan apa yang akan terjadi di Negara ini dan salah satu dari cita-cita bangsa Indonesia itu pasti tercapai yang tersurat didalam undang-undang dasar 1945 yang bunyinya (mencerdaskan kehidupan bangsa), dan masa depan pendidikan yang menyongsong dunia baru itu tidak hanya jadi omong kosong belaka bagi bangsa Indonesia. 

Senin, 20 April 2020

awal dari segala kegabutan yang hqq





Assalamualaikum wr.wb sahabat bloggerrr 
perkenal kan nama saya fahri ihsan fadila dan ini blog yang pertama kali saya tulis jadi kalau masih ada kecanggungan dalam berkata-kata harap maklum lah kalian sikit wkwkwkwkw

dan satu lagi gaes. Blog ini di tulis oleh anak sederhana yang mana mencari pelarian  dari dampak pandemi virus covid-19 yang lagi menjajah bumi ku kawan-kawan mana tau kalian baca blog saya ini  setelah virus hilang, jadi kalian kan tau saya menulis blog ini pas lagi marak virus yakan ..... wkwkwkwkwk

oke jangan banyak basa-basi yakan biar kelar wkkwkwk
jadi blog ini aku kasih nama  ya seperti yang kalian lihat lah namanya yakan wkwwwkwk nama seorang anak yang di berikan orang tua nya pada waktu dia baru lahir " kok jadi curhat sih bang" 

heheheheheh maaf ya kawan-kawan khilaf suka kelepasan 
oke kita lanjut
Dan di blog ini saya akan membagikan banyak ilmu-ilmu, keagamaan misalnya dan banyak ilmu-ilmu lainnya  "ilmu ghaib ada bang?"

sttttttt...... nnti kita bahas ya kawan-kawan 
etssss..... bukan cuma itu kawan, nanti kita juga buat blog masalah kopi dan senja ya kawan " bang emang suka naek gunung"

heheheheeheh jngan ditanyalah, suka sih, tapi ya gak terlalu lah wwkkwkwwkkw, dan bukan hanya membahas indah nya gunung, kita akan membahas misteri-misteri dibalik gunung itu ya kawan dan misteri nya nnti kita ambil dari kisah nyata dari pengalaman-pengalaman orang-orang yang pernah mengalami ya gaes, dan ke safety an kalok kita mau naek gunung ya gaes. 
Dan masih banyak lagi kawan yang mau kita bagikan di blog kita kali ini.

Semoga apa yang saya tulis di blog ini nantinya dapat berguna bagi pembaca dan penulis .

Aamiin ya rabbal alamin....

mungkin sampek sini aja kita perkenalannya ya kawan

buat yang baca blog pertama saya ini dapat salam manis dari saya si penulis amatir.
terimakasih sudah singgah dan menyempatkan waktunya 

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya...

wasallamualaikum wr.wb.......