Masa Depan Khayalan.
Aku adalah seorang anak kecil, yang dulu bercita-cita setinggi langit, dan memiliki harapan besar hidup bahagia di kemudian hari.
Ambisi ku terlalu besar kala itu
Sehingga tak ada yg bisa menghancurkan keinginanku.
Yaaa saat itu aku hanya anak kecil, yang belum faham akan kehidupan dunia luar, aku masih dikurung di zona nyamanku, jadi aku beranggapan bahwa, hidup ini mudah dijalani.
Namun... Waktu berjalan, berganti hari, bulan dan tahun.
Aku mulai beranjak dewasa, di masa aku dewasa ini, aku baru sadar, bahwa hidup yang sebenarnya tak semudah yang aku bayangkan waktu aku kecil dulu.
"Aku kira hidup ini bakal mudah ku jalani, ternyata selalu ada rintangan di setiap langkah kaki ku" kata ku lirih dalam hati.
Riuh fikiran ku kala itu.
Ku seduh segelas kopi hangat dan di temani sepiring singkong goreng buatan ibuku
Ku nikmati itu semua di teras rumahku dan di suguhkan pemandangan langit jingga yang sangat memanjakan mata.
Di temani lantunan musik dari payung teduh, seketika hati dan fikiran ku terasa tenang dan teduh.
Sampai... Aku terbawa suasana ini, dan tanpa sadar, aku tenggelam dalam lamunan.
Semakin dalam semakin dalam aku di bawa tenggelam, dan seketika itu aku berada di dalam dimensi yang lain.
Aku tidak tau ini dimana, sangat asing menurutku, kehidupannya tidak seperti yang ku alami sebelumnya.
Aku berada di dalam sebuah ruangan, yang aku sendiri tidak tau itu ruangan apa.
Hati ku terus bergumam seraya gelisah dan bertanya-tanya, apa ini sebenarnya
Tak lama dari situ, tiba-tiba dari sudut ruangan terdengar langkah kaki, perlahan dia ingin membuka pintu, tiba-tiba muncul dari balik pintu seorang wanita cantik,
Aku langsung terkejut, karena wanita itu tidak asing bagi ku, "seperti wanita yang aku kagumi di kampus ku dulu". Lirih dalam hati.
Apa ini sebenarnya
Hati semakin tidak karuan
Masih bertanya-tanya ini dimana.
Lalu wanita itu menghampiri ku dengan raut wajah senyum.
Seraya mengatakan
"Selamat pagi suami ku"
Semakin kaget aku mendengarnya
Apa suami?
Kapan aku menikah?
Diri ku bertanya di dalam hati.
Dan aku hanya membalasnya dengan senyuman,
Seraya mengatakan.
"Pagi juga" dengan nada canggung.
Aku pejamkan mata ku beberapa detik, tiba-tiba aku sudah pindah dari ruangan tadi bersama wanita itu, menjadi ruangan yang bisa aku gambarkan itu adalah ruang kerja.
Sontak seketika aku terkejut lagi
Dan masih bertanya-tanya
"Aku lagi dimana sekarang".
Kupandangi ruangan itu dari ujung ke ujung, seketika aku ingat,
Ini seperti mimpi ku sewaktu aku kecil dulu.
Apakah semua sudah terwujud?
"Tanya ku didalam hati" sembari melemparkan senyuman tipis di bibir ku.
Semua yang ku ingin kan terwujud, cita-cita ku sewaktu kecil dulu sudah tercapai, dan keinginanku di masa remaja juga terkabul, yang ku inginkan hidup bahagia dengan wanita yg ku kagumi di kampus waktu itu.
Aku tau dimana aku sekarang
Ya.... Aku lagi di masa depan.
Masa depan yang aku idam-idam kan sejak dulu.
Sekali lagi aku tersenyum lebar.
Hanya ada aku, kamu dan masa depanku.
Aku merasa semua itu gampang, tanpa ada halangan.
Lalu aku beranjak berdiri, ingin rasanya aku berkeliling di ruangan ini.
Namun tiba-tiba, kakiku tersandung, dan seketika itu aku tersentak lalu terbangun dari mimpi ku, karna terlalu dalam di tenggelamkan oleh suasana nyaman, sampai-sampai aku tertidur lelap dan bermimpi.
Aku tersenyum lagi
Dan berkata ah.... Cuma mimpi
Sembari ku sruput kopiku yang sudah dingin, karna terlalu lama aku diamkan.
Masa depan yang indah dan menujunya tanpa ada halangan dan rintangan, ternyata hanya ada di dunia mimpi.
Teruslah bermimpi
Dan bangun untuk mewujudkan mimpi itu.
-Teras Literasi.
