Dulu ada seseorang yang pernah bersarang di hati dan memilih untuk menetap didalamnya.
Dia Selalu memberi keindahan setiap harinya
Dan tak jarang pula dia menumpahkan cairan-cairan rindu yang
memiliki rasa yang amat dalam ku rasakan.
Terkadang dia
juga berfungsi seperti matahari, yang setiap harinya memberi penerangan untuk
menampakkan keindahan yang ada di sekitarnya
dengan bantuan cahaya yang terang….
Dan terkadang dia juga berfungsi seperti bulan,
Yang cahayanya mampu menerangi kegelapan malam,
dan terkadang di
penuhi oleh bintang-bintang di sekelilingnya, untuk menambah keindahan malam itu.
Namun…..
Semua berubah sejak dia pergi…
Pancaran cahayanya sudah mulai redup dan tak lagi menerangi
hati ku
Dan aku mulai sadar …..
Kalau matahari tak selalu memberi penerangan kepada
dunia…karna ada masanya dia untuk terbenam.
Bulan dan bintang begitu juga, ada masanya ia tak menyinari malam, dan tak memberikan keindahan dilangit malam dengan bintang-bintangnya..
Terkadang mereka juga membiarkan malam itu gelap gulita, dan enggan
menampakkan dirinya untuk memberi cahaya sedikit saja kepada malam.
Cairan-cairan rindu itu pula, kering seketika
Dan menggantikannya dengan bekas luka yang mendalam
Aku sudah coba mengobati luka itu..
namun itu bukan hal yang mudah ,
Karena ia sudah banyak meninggalkan kenangan indah dan
banyak melukis di kanvas hati ku……
Sehingga aku kesulitan untuk menghapus tinta yang pernah dia
lukis di kanvas itu,
Aku sudah berusaha menghapusnya, namun bekas tinta itu masih
melekat jelas diatasnya.
Ku juga berusaha merobek semua bayangan yang masih tampak di relung sukma ku, namun sakit
ini semakin menjadi-jadi rasanya.
Bekas luka ini sepertinya akan tetap ada, sampai ada orang
yang membawa cahaya terang yang dulu pernah
di pancarkan di dalamnya.
Sekarang ku hanya bisa merasakan jejak-jejak yang pernah ia
tinggalkan dan bekas luka yang ia titipkan pada ku.
Sekarang kuhanya bisa menikmati sakitnya dan mencoba melupakannya.

Kau dan aku saling membantu, membasuh hati yang pernah pilu, mungkin akhirnya tak jadi satu, namun bersorai pernah bertemu. ~Natasha~
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusJoss gandhos
BalasHapusMenarik, cuma blon begitu menyentuh pembaca. barang kali rangkaian kalimatnya kurang nancep.
BalasHapusTerus berkarya
Siap bakal di tingkatkan lagi
HapusCurcollllll terossssss
BalasHapusBagus .. lanjutkann
BalasHapus,🥳
BalasHapusKetika otak dan hati berlawanan disitulah akan terasa sulit dan sakitnya akan semakin terasa sampai berfikir kok sebodoh ini:")
BalasHapusIya ya knp penyesalan itu datang nya telat
HapusDuka nya uda lama,luka nya masi besisa😌
BalasHapusGalau kali hidup mu ya dek
HapusGa nya itu ecek"😂 cakep soalnya cerita ny,dalem kali😂
HapusUwuuu
BalasHapusSeeep dah bang
BalasHapusAaa aku suka karya kamu, tingkatkan lagi. Semangat 💪
BalasHapusThank you ayu
HapusKeep spirit💪
BalasHapusThanks youu.....
Hapus