Senin, 06 Juni 2022

Penghujung Mei diawal Juni

                      

 


    


                    Penghujung Mei diawal Juni 

                                -teras literasi-


Sedikit ku goreskan lagi tinta ini diatas kertas putih.

Lagi dan lagi aku menitikkan tinta diatas kesucian putihnya.

Namun aku tau, jikalau dia tetap putih dia tak akan bisa meninggalkan kisah yang bisa ia bagikan ke orang yang melihatnya.


Aku mengeluh lagi di keheningan malam ini.

Sepertinya bukan malam ini saja, malam kemarin aku juga melakukan ini, namun topik yang berbeda di tiap malamnya.

Aku tak tau kenapa fikiran ku selalu mengarahkan aku untuk berfikir keras tentangnya.

Ia, tentang dia yang mungkin sama sekali tak pernah memikirkan aku, dan aku menuliskan ini untuk mengisi kekosongan blog yang sudah lama tak di singgahi, dan aku juga tau kau  tak akan membaca tulisan ku ini, karna ini hanyalah tulisan kisah yang tidak ada kemenarikan buat kau ketahui, ia lagi lagi ini tentang mu, orang yang selalu menghantui fikiranku.

Awal mei aku sudah cukup berusaha keras untuk melupakan mu namun hal itu sangat sia-sia karna aku belum juga bisa melupakanmu dan membuang jauh-jauh fikiran tentang mu.

Hari-hari di bulan ini sebenarnya seperti dengan bulan-bulan yang lain, aku beraktifitas seperti biasa di siang hari dan kembali memikirkan mu di malam hari.

 Aku tak tau kenapa kau selalu muncul di setiap aku ingin beristirahat menenangkan fikiran ku.

Bayang-bayangmu pasti datang ketika aku ingin menghempaskan rasa lelahku melalui keheningan malam. 

Hari-hari aku merasakan hal itu, serasa aku terperangkap olehmu dan aku masih bingung mencari jalan keluar agar aku tak di hantui olehmu.

Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan aku sudah berada di penghujung bulan mei, tapi kau masih saja datang menghantui fikiranku.

 Terkadang aku juga bergumam dengan diriku sendiri perihal kamu yang tak kunjung berhenti menghantuiku, seraya kau tak memberiku ketenangan satu hari jasa.

Rasa ini sudah mulai tidak membuatku nyaman.

Esok hari sudah memasuki awal bulan juni, dan sepanjang malam ku menunggu pergantian itu aku selalu berharap juni adalah awal baikku, aku berharap kau pergi dari fikiranku dan aku berharap hujan di bulan juni membawa hanyut fikiran ku tentang mu ketempat yang sangat jauh, sampai-sampai kau tak kembali lagi mengganggu ketenangan malam ku.

Aku ingin ngopi santai di bulan juni tanpa tersirat fikiranku tentang kamu.

Dan aku juga berharap juni ini menjadi bulan ketenangan bagi ku.

Itu harapan panjangku di malam akhir mei dan semoga juni mengabulkan harapanku.


Pesan ku kepada juni 

Tolong berikan hal-hal baik di sepanjang harinya dan tolong bawa jauh iya dari fikiranku.

Aku ingin ketenangan yang diantarkan oleh rintik hujan di bulan juni.


Cukup tulisan ini aku sampaikan 

Kepada juni semoga dia tak mengulang kembali bulan mei ku yang sudah berlalu.

Aku berharap juni ku, tak serumit mei ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar