Gadis berkacamata
Mentari terbit di ufuk timur
Memancarkan sinar terang nan indah kala ia berusaha naik menerangi bumi.
Cahaya indah itu membuat mataku terkesima dan membuat ia berhenti berkedip sejenak
Seraya berkata didalam hati
"Tak lagi kutemukan cahaya indah sepertimu di dunia ini"
Namun.... Ketika ku melihatmu
Dibalik kacamatamu lebih memancarkan cahaya yang lebih indah dari cahaya matahari terbit yang aku lihat di kala pagi tadi.
Lagi-lagi mataku tak berkedip melihat cahaya indah, namun cahaya kali ini tak dipancarkan oleh matahari melainkan dari yang tersembunyi di balik kacamatamu.
Kembali ku bergumam di dalam hati seraya berkata
"Aku kira cahaya matahari terbit itu sudah yang paling indah, ternyata aku salah, cahaya yang kau pancarkan jauh lebih indah".
Oh gadis berkacamata
Siapakah dirimu
Kau sudah berhasil memalingkan pandanganku dari keindahan cahaya matahari terbit yang aku anggap cahaya terindah didunia ini.
Aku melihat sinar benderang di balik kacamatamu
Begitu memukau membuatku silau
Senyummu meretas gundah
Membuatku tenang, padahal sedang resah.
Aku semakin resah karna aku tak tau siapa kamu.
Yaa.. kamu si gadis berkacamata itu
Ku paksa diri tuk memecahkan rasa penasaranku tentangmu
Dengan nada gugup ku memulai dialog dengan mu dan sampai akhirnya aku tau siapa dirimu.
(Nama isi sendiri), kau ucap nama itu
Sudah terlalu lama aku memandang wajahmu dari kejauhan
Kini aku mendengar jelas suaramu dan gelak tawamu, dan memandang jelas bola matamu yang tersembunyi di balik kacamata itu.
Hari itu adalah hari paling indah setelah pertama kali berbicara dan berkenalan dengan mu
Semesta seakan terhenti ketika kupandang wajahmu
Kau berhasil memalingkan duniaku, seakan dunia pun mengerti aku sedang jatuh cinta
Tapi biarlah rasa ini aku simpan di dalam hati dan aku tetap menjadi pemuja rahasiamu.
Karna aku tau, gadis sepertimu tak pantas ku miliki.
Entah mungkin suatu hari nanti ada harapan untukku
Tapi aku hanyalah sederhana dan bukan segalanya.
Teringat wajah mu yang semu
Dikala malam
Terngiang lagi suara mu yang mengkacaukan fikiranku.
Wahai langit malam bertabur cahaya bintang ditemani sang rembulan
Tolong sampaikan salamku padanya, sebelum bayang-bayang ini hilang di telan lelapnya tidurku.
Selamat malam, wahai gadis pujaan.
Di tunggu kelanjutan nya kak. Salam literasi
BalasHapusSalam literasi kak
HapusBagus bgt 💯
BalasHapusTerimakasih kak
HapusMirip kisah ku wkwkw
BalasHapusHahahaha waduh relate gak tuh
HapusBagus ihhh
BalasHapusHahahahhaha waduh relate gak bg
HapusThanks kak
HapusJelass kisahku ini������♡♡
BalasHapusHeheheheh relate gak kak
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHarus jujur dong bestie
HapusMantap bestiee
HapusPasti lagi nyeritain aku💓
BalasHapusWkwkwkwk ukhty2 berkacamata masuk wkwkwk
HapusTetap semangat dinda
BalasHapusSiap abgda
HapusKacamatanya pakek min atau untuk gaya gayaan dek?
BalasHapusPakek min kek nya bg hahahah
BalasHapusBagus bagus. Tergambar sekali kegalauan sang penyair. Semoga gadis berkacamata itu merendahkan maharnya :D
BalasHapusAamiin pak hahaha
HapusTerimakasih pak sudah singgah di blog saya
Hapus