Selasa, 25 Januari 2022

Gadis berkacamata

 



                              Gadis berkacamata


Mentari terbit di ufuk timur

Memancarkan sinar terang nan indah kala ia berusaha naik menerangi bumi.

Cahaya indah itu membuat mataku terkesima dan membuat ia berhenti berkedip sejenak

Seraya berkata didalam hati 

"Tak lagi kutemukan cahaya indah sepertimu di dunia ini" 

Namun.... Ketika ku melihatmu 

Dibalik kacamatamu lebih memancarkan cahaya yang lebih indah dari cahaya matahari terbit yang aku lihat di kala pagi tadi.


Lagi-lagi mataku tak berkedip melihat cahaya indah, namun cahaya kali ini tak dipancarkan oleh matahari melainkan dari yang tersembunyi di balik kacamatamu.


Kembali ku bergumam di dalam hati seraya berkata

"Aku kira cahaya matahari terbit itu sudah yang paling indah, ternyata aku salah, cahaya yang kau pancarkan jauh lebih indah".


Oh gadis berkacamata 

Siapakah dirimu 

Kau sudah berhasil memalingkan pandanganku dari keindahan cahaya matahari terbit yang aku anggap cahaya terindah didunia ini.


Aku melihat sinar benderang di balik kacamatamu

Begitu memukau membuatku silau

Senyummu meretas gundah

Membuatku tenang, padahal sedang resah.


Aku semakin resah karna aku tak tau siapa kamu.


Yaa.. kamu si gadis berkacamata itu

Ku paksa diri tuk memecahkan rasa penasaranku tentangmu 

Dengan nada gugup ku memulai dialog dengan mu dan sampai akhirnya aku tau siapa dirimu.


(Nama isi sendiri), kau ucap nama itu

Sudah terlalu lama aku memandang wajahmu dari kejauhan

Kini aku mendengar jelas suaramu dan gelak tawamu, dan memandang jelas bola matamu yang tersembunyi di balik kacamata itu.


Hari itu adalah hari paling indah setelah pertama kali berbicara dan berkenalan dengan mu


Semesta seakan terhenti ketika kupandang wajahmu

Kau berhasil memalingkan duniaku, seakan dunia pun mengerti aku sedang jatuh cinta

Tapi biarlah rasa ini aku simpan di dalam hati dan aku tetap menjadi pemuja rahasiamu.


Karna aku tau, gadis sepertimu tak pantas ku miliki.

Entah mungkin suatu hari nanti ada harapan untukku

Tapi aku hanyalah sederhana dan bukan segalanya.


Teringat wajah mu yang semu 

Dikala malam 

Terngiang lagi suara mu yang mengkacaukan fikiranku.


Wahai langit malam bertabur cahaya bintang ditemani sang rembulan

Tolong sampaikan salamku padanya, sebelum bayang-bayang ini hilang di telan lelapnya tidurku.

Selamat malam, wahai gadis pujaan.

23 komentar:

  1. Di tunggu kelanjutan nya kak. Salam literasi

    BalasHapus
  2. Jelass kisahku ini������♡♡

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Kacamatanya pakek min atau untuk gaya gayaan dek?

    BalasHapus
  5. Bagus bagus. Tergambar sekali kegalauan sang penyair. Semoga gadis berkacamata itu merendahkan maharnya :D

    BalasHapus