Selasa, 04 Agustus 2020

bekas luka





Dulu  ada seseorang  yang pernah bersarang di hati dan  memilih untuk menetap didalamnya.

Dia Selalu memberi keindahan setiap harinya

Dan tak jarang pula dia menumpahkan cairan-cairan rindu yang memiliki rasa yang amat dalam ku rasakan.

 Terkadang dia juga  berfungsi seperti matahari,  yang setiap harinya memberi penerangan untuk menampakkan keindahan yang ada di sekitarnya  dengan bantuan cahaya yang terang….

Dan terkadang dia juga  berfungsi seperti bulan,

Yang cahayanya mampu menerangi kegelapan malam,

 dan terkadang di penuhi oleh bintang-bintang di sekelilingnya,  untuk menambah keindahan malam itu.

Namun…..

Semua berubah sejak dia pergi…

Pancaran cahayanya sudah mulai redup dan tak lagi menerangi hati ku

Dan aku mulai sadar …..

Kalau matahari tak selalu memberi penerangan kepada dunia…karna ada masanya dia untuk terbenam.

Bulan dan bintang begitu juga,  ada masanya ia tak menyinari malam,  dan tak memberikan keindahan dilangit  malam dengan bintang-bintangnya..

Terkadang mereka juga membiarkan malam itu gelap gulita, dan  enggan  menampakkan dirinya untuk memberi cahaya sedikit saja kepada malam.

Cairan-cairan rindu itu pula,  kering seketika

Dan menggantikannya dengan bekas luka yang mendalam

Aku sudah coba mengobati luka itu..

namun itu bukan hal yang mudah ,

Karena ia sudah banyak meninggalkan kenangan indah dan banyak melukis di kanvas hati ku……

Sehingga aku kesulitan untuk menghapus tinta yang pernah dia lukis di kanvas itu,

Aku sudah berusaha menghapusnya, namun bekas tinta itu masih melekat jelas diatasnya.

Ku juga berusaha merobek semua bayangan yang  masih tampak di relung sukma ku, namun sakit ini semakin menjadi-jadi rasanya.

Bekas luka ini sepertinya akan tetap ada, sampai ada orang yang  membawa cahaya terang yang dulu pernah di pancarkan di dalamnya.

Sekarang ku hanya bisa merasakan jejak-jejak yang pernah ia tinggalkan dan bekas luka yang ia titipkan pada ku.

Sekarang kuhanya bisa menikmati sakitnya dan mencoba melupakannya.

 

 

 

 

 

 

 


19 komentar:

  1. Kau dan aku saling membantu, membasuh hati yang pernah pilu, mungkin akhirnya tak jadi satu, namun bersorai pernah bertemu. ~Natasha~

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Menarik, cuma blon begitu menyentuh pembaca. barang kali rangkaian kalimatnya kurang nancep.

    Terus berkarya

    BalasHapus
  4. Ketika otak dan hati berlawanan disitulah akan terasa sulit dan sakitnya akan semakin terasa sampai berfikir kok sebodoh ini:")

    BalasHapus
  5. Duka nya uda lama,luka nya masi besisa😌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga nya itu ecek"😂 cakep soalnya cerita ny,dalem kali😂

      Hapus
  6. Aaa aku suka karya kamu, tingkatkan lagi. Semangat 💪

    BalasHapus