Berbahagialah Wahai Diri
-Teras Literasi-
Wahai diri, masih ingatkah kau rasa sakit kemarin itu?
Ya rasa sakit yang tiba-tiba datang menghampiri, serasa mendekap membuat sekujur tubuh menjadi lemah.
Entah.....
Entah apa yang aku rasakan itu, tak sekali atau dua kali rasa itu menyerang dan menghasilkan rasa sakit yang sangat amat dalam ku rasakan.
Tekanan dari segala arah juga menyerbu, seraya menghimpit relung jiwa.
Tekanan-tekanan itu entah darimana datangnya, seperti memaksa diri untuk merasakan kesengsaraan dan tak di pantaskan untuk bahagia.
Perlahan-lahan mencoba bangkit walau sedikit memaksakan diri, mencoba menghindar dengan segala cara ke segala arah.
Namun, masih sering gagal dan tetap terjatuh.
Namun diri ini masih saja tak berputus asa, karna aku tak bisa terus berada di posisi ini.
Dimana hanya ada rasa sakit dan tekanan yang ku
rasakan.
Secuil kebahagiaan adalah harapan, berharap perjuangan ini membuahkan hasil.
Masih tetap mencoba tuk kembali bangkit dan keluar dari zona ini.
Perlahan-lahan
Usaha ini menampakkan hasilnya.
Rasa sakit itu sedikit demi sedikit hilang dan tekanan itu pun beranjak pergi.
Berbahagialah diri.
Walau terkadang rasa sakit dan tekanan itu datang kembali.
Berbahagialah diri.
Karna aku berhak untuk bahagia
Bangkit lah dari keterpurukan karna kebahagiaan itu sudah menunggumu di depan.
Wahai diri tetap berbahagialah
Karna kebahagiaan itu hak semua makhluk hidup.
Dan
Takan ada rasa bahagia sebelum kamu merasakan rasa sakit, karna kebahagiaan berasal dari sana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar